.

Minggu, 13 Maret 2011

Pemimpin Belum Memiliki Moralitas

Budayawan Emha Ainun Nadjib (CakNun) menilai pemimpin Indonesia hingga kini belum memiliki moralitas. “Mulaidari Presiden SBY, menteri, hingga anggota DPR/DPRD nggak mau berubah. Tunggusaja, nanti akan ada yang mengubah,” katanya di Surabaya, baru-baru ini.

Ia mengemukakan hal itu dalam BukaBersama dan Shalat Tarawih Keluarga Besar Universitas Airlangga (Unair)Surabaya dengan Cak Nun. Dalam acara bertopik “Excellence with Morality” itu,Cak Nun memberi apresiasi dengan semangat Unair yang mengusung visi dan misi“Excellence with Morality.”

“Itu karena di Indonesia enggak adayang mau berubah. Mereka `nyolong` (korupsi) seenaknya sendiri,” katanyadidampingi Rektor Unair Prof Dr H Fasich pt.

Suami dari artis Novia Kolopakingitu menyatakan para pemimpin di Indonesia juga hanya menghargai diri sendiridan tidak menghargai rakyatnya.

“Kalau menghargai orang lain ituberarti memiliki moralitas yang tinggi. Moralitas itu lebih tinggi dari hukum,karena hukum itu bisa direkayasa, sedangkan moralitas itu dari nurani,”katanya.

Menurut arek Jombang kelahiran 27Mei 1953 itu, pemimpin yang menghargai orang lain itu tidak mementingkanjabatan, namun mementingkan moralitas.

“Jabatan itu enggak penting, karenaapapun jabatan kita kalau memiliki moralitas, maka hal itu lebih penting, meskikita adalah tukang sapu,” katanya.

Pemimpin kelompok Kiai Kanjeng itumenyatakan pemimpin yang memiliki moralitas itu tidak menarik pajak sebelummemberikan fasilitas yang memadai.

“Kalau punya moral itu tidak hanyamenarik pajak dengan aturan-aturan hukum yang ada, tapi justru mengutamakanfasilitas, baru menarik pajak,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Cak Nunmencontohkan dirinya yang sekarang tidak menghargai diri sendiri, karenamembuat segala bentuk jabatan yang disandang.

“Saya sudah nggak menghargai diri,apa saja akan saya lakukan, termasuk ngamen, karena saya ingin menghargai oranglain,” katanya.

Dalam agama, Allah SWT sudahmengajarkan penarikan pajak hanya 2,5 persen, tapi fasilitas sudah diberikanterlebih dulu dan bahkan sangat berlebihan.

“Allah SWT mengajarkan hubungan`suami-istri` antara diri-Nya dengan manusia. Suami itu memberi fasilitas, barumemberikan perintah ini-itu. Kalau kita mau seperti itu, Insya-Allah akan adaperubahan, jangan menunggu Allah yang mengubah,” katanya. (Ant/BEY)

0 komentar:

Posting Komentar

 
... ...

Radar Korupsi Copyright © 2009 Not Magazine 4 Column is Designed by Ipietoon Sponsored by Dezigntuts